Jokowi Teken PP Merger, Realisasi Holding BUMN Pangan Semakin Dekat

- Senin, 20 September 2021 | 14:35 WIB
Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia/RNI, Arief Prasetyo Adi
Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia/RNI, Arief Prasetyo Adi

HALLO LAMPUNG - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani tiga Peraturan Pemerintah (PP) tentang penggabungan atau merger BUMN Pangan. Momentum ini menandai semakin dekatnya realisasi pembentukan Holding BUMN Klaster Pangan

“Sesuai arahan Menteri BUMN Erick Thohir, penggabungan dari 6 menjadi 3 BUMN Pangan ini merupakan tahap kedua yang harus dilakukan sebagai proses persyaratan pembentukan holding BUMN Pangan,” ujar Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia/RNI (Persero) Arief Prasetyo Adi dalam keterangan yang dikutip media, di Jakarta, Senin, 20 September 2021.

Nantinya, RNI akan menjadi induk dari Holding BUMN Klaster Pangan. Holding BUMN klaster pangan merupakan gabungan dari 9 BUMN, yakni PT RNI (Persero) sebagai induk, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), PT Bhanda Ghara Reksa (Persero), PT Sang Hyang Seri (Persero), PT Pertani (Persero), PT Perikanan Indonesia (Persero), PT Perikanan Nusantara (Persero), PT Berdikari (Persero), dan PT Garam (Persero).

Baca Juga: Sepi Pengunjung, Mall di Bogor Menjerit

Tiga PP yang diteken Presiden, kata Arief, yakni PP Nomor 97 Tahun 2021 tentang penggabungan PT Bhanda Ghara Reksa ke dalam PT Perusahaan Perdagangan Indonesia. Kemudian, PP Nomor 98 Tahun 2021 tentang penggabungan PT Pertani ke dalam PT Sang Hyang Seri yang bergerak pada sektor Pertanian. Terakhir, PP Nomor 99 Tahun 2021 tentang penggabungan PT Perikanan Nusantara ke dalam PT Perikanan Indonesia.    

Arief memaparkan pertimbangan di masing-masing penggabungan. Sesuai PP Nomor 97 Tahun 2021, kata Arief, penggabungan PT Bhanda Ghara Reksa ke dalam PT Perusahaan Perdagangan Indonesia yang bergerak di sektor perdagangan dan logistik didasarkan atas pertimbangan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, serta penetrasi bisnis jaringan distribusi dan perdagangan. Selain itu untuk mendukung ketersediaan dan keterjangkauan termasuk bahan pangan.

Selanjutnya, merujuk kepada PP Nomor 98 Tahun 2021 penggabungan PT Pertani ke dalam PT Sang Hyang Seri yang bergerak pada sektor Pertanian didasarkan atas pertimbangan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas dan penetrasi bisnis serta mendukung ketersediaan, keterjangkauan, inklusivitas dan mutu untuk benih dan bahan pangan.

Baca Juga: Tegas, Erick Thohir Tak Ingin BUMN Jadi Menara Gading

"Kemudian, pada sektor Perikanan, PP Nomor 99 Tahun 2021 penggabungan PT Perikanan Nusantara ke dalam PT Perikanan Indonesia didasarkan juga atas pertimbangan meningkatkan efisiensi, efektivitas dan penetrasi jaringan bisnis perikanan, serta mendukung ketersediaan, keterjangkauan, inklusivitas dan mutu perikanan," papar Arief.

Setelah PP Penggabungan ditandangani Presiden, fase pembentukan Holding BUMN Pangan semakin dekat.  

“Satu tahap lagi yaitu PP Holding BUMN Pangan sebagai fase terakhir rangkaian pembentukan holding BUMN Pangan yang kami harapkan kuartal IV 2021 ini juga rampung,” ujar Arief.***

Editor: Pamudji S

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hamish Daud Berbisnis Sampah Lewat Aplikasi

Selasa, 28 September 2021 | 14:04 WIB

Garuda Hadirkan Fitur Pick Up pada Layanan KirimAja

Selasa, 21 September 2021 | 21:55 WIB

Sepi Pengunjung, Mall di Bogor Menjerit

Jumat, 17 September 2021 | 16:07 WIB

Tegas, Erick Thohir Tak Ingin BUMN Jadi Menara Gading

Kamis, 16 September 2021 | 17:01 WIB

Terpopuler

X