Alumni Belanda Gelar Diskusi Panel, Hadirkan Para Ahli di Bidang WASH Bahas Ketersediaan Air di Masa Depan

- Kamis, 30 September 2021 | 11:35 WIB
Direktur Nuffic Neso Indonesia  , Peter van Tuijil (Foto: istimewa)
Direktur Nuffic Neso Indonesia , Peter van Tuijil (Foto: istimewa)



HALLO LAMPUNG- Indonesia berada di jalur yang tepat untuk mencapai target layanan air bersih dan sanitasi dasar secara menyeluruh pada tahun 2030. Namun, pencapaian-pencapaian tersebut perlu untuk dipercepat setiap tahunnya.

Hal tersebut mengemuka pada acara Orange Talk Series 6 ‘ mengangkat Challenges and Opportunities of Sustainable WASH ( Water, Sanitation and Hygiene) Practices in Rural Areas in the New Normal Era’.

Kegiatan online ini digelar ang digelar oleh para alumni Belanda, Nuffic Neso Indonesia (NL Alumni Network) bekerja sama dengan ROTASI Institute (rotasi.or.id).

Orange Talk edisi keenam kali ini bertujuan untuk mendiskusikan dan mengidentifikasi tantangan, hambatan, serta memberikan rekomendasi lintas disiplin dalam meningkatkan praktik WASH di masa pandemi Covid-19.

Prof. Sri Irianti, Profesor Riset di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dalam paparan materi keynote speech menyebutkan bahwa saat ini, Indonesia berada di jalur yang tepat untuk mencapai target layanan air bersih dan sanitasi dasar secara menyeluruh pada tahun 2030, namun, pencapaian-pencapaian tersebut perlu untuk dipercepat setiap tahunnya.

“Disinilah pentingnya kerjasama antara pemangku kepentingan yang ada dan juga potensial kelompok lainnya dalam mengimplementasikan Road Map WASH menuju SDG 6 di Indonesia,” ungkap Prof.Sri.

Sesi diskusi panel menghadirkan empat pembicara yang merupakan pakar dan ahli di di bidang praktik WASH dari Indonesia dan Belanda untuk membahas lebih spesifik mengenai tantangan dan peluang terkait praktik WASH berkelanjutan untuk mencapai SDG 6 dalam memasuki era new normal, yaitu: Koen Broersma (Ramboll-Profesional pada bidang tata kelola air dari); Neni Sintawardani (Peneliti senior dari LIPI); Nur Aisyah Nasution, Staff Perencanaan Air Minum & Sanitasi, Bappenas; Fany Wedahuditama (Alumnus ISS the Hague, Belanda; Direktur Alliance for Water Stewardship Foundation Indonesia).

Neni Sintawardani, peneliti di Loka Penelitian Teknologi Bersih, Badan Riset dan Inovasi Nasional, membagikan pengalamannya dalam mengelola proyek-proyek yang didanai oleh pemerintah maupun pihak asing. Ia menekankan pentingnya partisipasi dan kesiapan masyarakat dalam menyukseskan program-program WASH berkelanjutan.

Sementara itu, Nur Aisyah Nasution, Staff Perencanaan Air Minum & Sanitasi, Bappenas menggemakan pernyataan tersebut dengan menjelaskan lebih lanjut akan pentingnya memiliki kemauan politik dan komitmen dari semua tingkatan pemerintahan.

“Program PAMSIMAS dinilai berhasil karena telah menjangkau lebih dari 33.000 desa di Indonesia. Program ini memicu peran serta masyarakat, dimana hal ini sangatlah penting mengingat pemerintah memiliki keterbatasannya tersendiri. Dengan adanya peningkatan kesadaran masyarakat dan kemauan politik, ini akan memaksimalkan upaya tersebut,” ujar Nur Aisyah.

Pada kesempatan lain, Fany Wedahuditama membahas sebuah poin atas pentingnya keberhasilan di setiap level masyarakat dan organisasi dalam upaya meningkatkan kesadaran bersama.

Halaman:

Editor: Dewi Syafrianis

Tags

Terkini

Doa Hujan Lebat yang Dibaca Nabi

Senin, 18 Oktober 2021 | 15:23 WIB

5 Cara Mindfullness Bikin Diet Sukses

Kamis, 7 Oktober 2021 | 10:00 WIB

Terpopuler

X