KPI Tak Tolerir Pelecehan Seksual dan Perundungan di Internal Kerja, Dukung Penegak Hukum Tindaklanjuti Kasus

- Kamis, 2 September 2021 | 09:55 WIB
Agung Suprio, Ketua KPI Pusat (dok KPI.go.id)
Agung Suprio, Ketua KPI Pusat (dok KPI.go.id)

HALLO LAMPUNG – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat akan menindak tegas para elaku pelecehan seksual dan perundungan terhadap karyawannya dan mendukung apparat penegak hukum menindaklanjuti kasus ini.

Ketua KPI Pusat, Agung Suprio prihatin atas terjadinya kasus pelecehan seksual dan perundungan yang terjadi di internal KPI Pusat.

‘’Menyikapi beredar informasi di tengah masyarakat terkait kasus dugaan pelecehan seksual  dan perundungan (bullying) yang terjadi di lingkungan kerja Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Maka, kami menyampaikan turut prihatin dan tidak menoleransi segala bentuk pelecehan seksual dan perundungan atau bullying terhadap siapapun dan dalam bentuk apapun,’’ ungkap Agung Suprio dalam laman resmi KPI seperti dikutip hallolampung, Kamis, 2 September 2021.

Selain itu KPI Pusat juga berjanji akan melakukan langkah-langkah investigasi internal, dengan meminta penjelasan kepada kedua belah pihak. 

KPI juga mendukung aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti kasus tersebut sesuai ketentuan yang berlaku. 

Lebih lanjut Agung Suprio mengatakan, akan memberikan perlindungan, pendampingan hukum dan pemulihan secara psikologi  terhadap korban.

KPI Pusat akan menindak tegas pelaku apabila terbukti melakukan tindak kekerasan seksual dan perundungan (bullying)  terhadap korban, sesuai hukum yang berlaku.

Sebelumnya beredar surt terbuka yang ditujukan kepada Presiden Jokowi berjudul ‘Tolong Pak Jokowi, Saya Tak Kuat Dirundung dan Dilecehkan di KPI, Saya Trauma Buah Zakar Dicoret Spidol oleh Mereka’.

 

Halaman:

Editor: Tresnawati

Tags

Terkini

Hasto Bantah Isu Megawati Masuk Rumah Sakit

Kamis, 9 September 2021 | 13:05 WIB

Coki Pardede Ajukan Permohonan Rehabilitasi

Minggu, 5 September 2021 | 00:00 WIB

Bertemu Dubes Australia, Kepala PPATK Bicarakan Ini

Jumat, 3 September 2021 | 07:49 WIB

Miris, 7 Kepala Daerah Terlibat Jual Beli Jabatan

Rabu, 1 September 2021 | 16:31 WIB

Terpopuler

X